Rabu, 02 Juli 2014

TEKNOLOGI EKSPLORASI KELAUTAN ’’SUMBER DAYA NON HAYATI LAUT DAN SAMUDRA’’

PENDAHULUAN
      
       Indonesia merupakan salah satu Negara yang beruntung karena dianugrahi kekayaan alam yang berlimpah, terutama minyak bumi, gas alam, beberapa jenis barang tambang, mineral, hutan tropis dengan berbagai jenis kayu dan hasil hutannya, kekayaan laut, dan sebagainya.
      Pada dasarnya sumber daya alam itu dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu sumber daya alam yang tak dapat pulih atau tak dapat diperbaharui, sumber daya alam yang pulih atau dapat diperbaharui dan sumber daya alam yang mempunyai sifat gabungan antara yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui. Perbedaan antara sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan sumber daya yang tak dapat diperbaharui hanyalah tergantung pada derajat keberadaannya. Perubahan jumlah dan kualitas sumber daya alam sepanjang waktu, tanpa melihat penggunaan sumber daya tersebut, dapat berarti peningkatan atau pengurangan, membaik ataupun memburuk, terus menerus ataupun bertahap pada laju yang konstan ataupun laju yang berubah-rubah.
      Seperti yang kita ketahui,teknologi kini telah merembes dalam kehidupan kebanyakan manusia bahkan dari kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun. Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan di dalam mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat martabat manusia.
     Atas dasar kreatifitas akalnya, manusia mengembangkan IPTEK dalam rangka untuk mengolah SDA yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dimana dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan beradab, agar semua masyarakat mengecam IPTEK secara merata. Begitu juga diharapkan SDM nya bisa lebih baik lagi, apalagi banyak kemudahan yang kita dapatkan. Namun, berbanding terbalik dengan realita yang ada karena semakin canggih perkembangan teknologi, telah membuat masyarakat menjadi malas yang disebabkan oleh kemudahan-kemudahan yang ada tersebut. Ambil saja salah satu contoh perkembangan IPTEK dibidang telekomunikasi dimana zaman dahulu handphone itu sangat langka karena harganya yang mahal berbeda dengan sekarang harga handphone sudah sangat murahdanmenjangkaulapisanmenengahkebawah.
       Disatu sisi telah terjadi perkembangan yang sangat baik sekali di aspek telekomunikasi, namun pelaksanaan pembangunan IPTEK masih belum merata. Masih banyak masyarakat kurang mampu yang putus harapannya untuk mendapatkan pengetahuan dan teknologi tersebut. Hal itu dikarenakan tingginya biaya pendidikan yang harus mereka tanggung. Maka dari itu, pemerintah perlu menyikapi dan menanggapi masalah-masalah tersebut, agar peranan IPTEK dapat bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang ada. Adapun Rumusan Masalah yang dapat penulis angkat yaitu bagaimana pelaksanaan dan pengembangan IPTEK di Indonesia serta apakah peranan IPTEK ditengah zaman yang semakin pesat dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


PEMBAHASAN

Pengertian Sumber Daya

       Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik (intangible). Sumber daya ada yang  dapat berubah, baik menjadi semakin besar maupun hilang, dan ada pula sumber daya yang kekal (selalu tetap). Selain itu, dikenal pula istilah sumber daya yang dapat diperbaharui dan atau sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui. sebagai contoh sumberdaya yang dapat di perbaharui diantaranya tumbuhan dan hewan. Dalam hal ini sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi dan gas, batudara, dan jenis tambang lain yang masuk ke dalam sjenis sumberdaya alam. Sumber daya terbagi atas dua jenis yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia.

1.      Pengertian Sumber daya alam 
       Secara umum (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. di era modern seperti sekarang ini, kemajuan teknologi manusia mengarah kepada eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini. Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti Indonesia, Brazil, Kongo, Sierra Leone, Maroko, dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah. Sebagai contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi. Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan kebutuhan manusia. Selain sumberdaya alam ada juga sumberdaya yang lain yaitu sumbedaya manusia  sebagai pemakai dan sekaligus pengelola sumberdaya tersebut. Menurut Soerianegara (1977) bahwa hutan, tanah, air, tanaman pertanian, padang rumput, dan populasi ikan merupakan beberapa contoh sumber daya alam yang dapat dipulihkan (renewable resources). Hutan disebut sebagai sumber daya alam yang dapat dipulihkan karena proses regenerasi tegakan hutan, baik secara alamiah maupun secara buatan dapat terjadi dalam periode waktu yang tidak sangat lama (10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun, 70 tahun, atau 100 tahun) sehingga manusia yang melakukan proses pemulihan hutan memungkinkan dapat melihat kembali wujud hutan yang dibangun, bahkan memungkinkan memanfaatkan hasilnya. Berbeda dengan bahan-bahan tambang, misalnya minyak bumi dan batu bara, dikatagorikan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan (nonrenewable resources). Mengingat terbentuknya bahan tersebut hanya terjadi secara alamiah dan memerlukan waktu yang sangat lama (ratusan bahkan ribuan tahun), sehingga pemanfaatannya harus sehemat mungkin.

Pengertian sumber daya alam berdasarkan Jenis,Sifat Pembaharuan,dan kegunaannya

Sumber Daya Alam Berdasarkan Jenis
Sumber daya alam hayati/biotik adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. Contoh : tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain.

Sumber daya alam non hayati/abiotik adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati. Contoh : bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain.

Sumber daya alam berdasarkan sifat pembaharuan

Sumber daya alam yang dapat diperbaharui/renewable adalah sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan. Contoh : air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain.

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui/non renewable adalah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah. Contoh : minyak bumi, batubara, timah, gas alam.

Sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya/unlimited adalah sumber daya alam yang jumlahnya melimpah di bumi ini. Contoh : sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.

Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya

Sumber daya alam penghasil bahan baku adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi. Contoh : hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain.

Sumber daya alam penghasil energi adalah sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi. Contoh : ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya.
Sedang kan pengertian sumber daya alam menurut KBBI
adalah (1)faktor produksi terdiri atas tanah, tenaga kerja, dan modal yg dipakai dl kegiatan ekonomi untuk menghasilkan barang jasa, serta mendistribusikannya; (2) bahan atau keadaan yg dapat digunakan manusia untuk memenuhi keperluan hidupnya; (3) segala sesuatu, baik yg berwujud maupun yg tidak berwujud, yg digunakan untuk mencapai hasil, msl peralatan, sediaan, waktu, dan tenaga

2.    Sumber daya manusia (biasa disingkat menjadi SDM) potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi yang mengelola sumberdaya alam (SDA). Sebagai ilmu, SDM dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia atau (MSDM). Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan (bandingkan dengan portfolio investasi) dan juga bukan sebaliknya sebagai liability (beban,cost). Di sini perspektif SDM sebagai investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka.
Upaya –upaya pengembangan sumber daya alam
A.      Revolusi Hijau
Revolusi hijau atau green revolution adalah pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi bahan pangan, terutama biji-bijian (serelia) seperti gandum, jagung, padi, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran. Revolusi hijau merupakan istilah yang digunakan untuk untuk meningkatkan hasil fitosintesis yang mempunyai nilai ekonomi dan keberhasilan dalam memperoleh jenis-jenis unggul. Usaha yang terbaik dan tercepat untuk meningkatkan pesediaan bahan makanan adalah neningkatkan hasil lahan pertanian. Hal ini dapat di capai dengan memperkenalkan tanaman-tanaman yang seluruhnya baru di suatu daerah atau dengan memeperbaiki hasil-hasil melalui penggunaan pupuk, peningkataan irigasi, perlindungan yang baik terhadap hama pernyakit tanaman atau dengan pengenalan varietas tanaman dengan jenis unggul, yang kesemuanya itu disebut panca usaha tani. Ternyata dengan panca usaha tani tersebut dapat menimbulkan hasil yang cukup tingi atas lahan yang relatif luas. Sejarah revolusi hijau :
-      Revolusi hijau pertama kali disponsori oleh  Ford dan  Rockefeller Foundation untuk mencari varietas tanaman pengahsil biji-bijian yang berproduksi tinggi
-      Revolusi hijau di mulai di Mexico pada tahun 1950, dan pada tanuh 1960-an berhasil menghsilkan varietas gandum unggul
-      DI Filipina, International Rice Research Institute (IRRI) berhasil mengembangkan varietas padi unggul
-      Perhatian dunis selanjutnya tidak hanya serealia (bahan makanan pokok), tetapi juga peningkatan produksi kacang-kacangan dan sayur-sayuran.
-      Tahun 1970, CGIAR (Consultative Group for International Agriculture Research) membantu berbagai pusat penelitian pertanian Internasional. Hal ini menunjukan perhatian dunia yang besar terhadap usaha peningkatan produksi pertanian.
       Gambar. Lahan penghasil pangan
Revolusi hijau dalam perkembangannya terbagi dalam 4 tahap, yaitu ;
-      Revolusi tahap pertama, terjadi antara tahun 1500 – 1800 ketika kebanyakan hasil petanian (gandum, padi, jagung dan kentang)disebar ke seluruh dunia
-      Revolusi hijau tahap kedua, terjadi di Eropa dan Amerka Utara antar tahun 1850 – 1950 dan terutama di dasarkan penerapan hukum ilmiah terhadap produksi hasil petanian dan hewan melalui penggunaan pupuk, irigasi dan pemberantasan hama dn penyakit secara luas dan terkendali
-      Revolusai tahap ketiga, terjadi di negara-negara maju sejak perang dunia II dan terutama melalui seleksi dan persilangan genetika atas varietas tenaman dan hewan unggul dan  lebih resisten terhadap penyakit dan serangga
-      Revolusi hijau tahap keempat, telah tersebar luas pada tahun-tahun ini. Tahap ini bukan hal yang baru, melainkan kombinasi dari revolusi hijau tahap kedua dan tahap ketiga, dan terutama ditujukan untuk negara-negara berkembang. Tahun 1967 arietas padi dan gandum jenis unggul dikembangkan di daerah-daearah tropis dan sub tropis, seperti India, Turki, Pakistan, Indonesia.
Sebagaian orang berpendapat bahwa istilah yang lebih tepat atas usaha diatas disebut dengan istilah “evolusi hijau” atau green evolution, karena usaha tersebut dilakukan selama bertahun-tahun. Program revolusi hijau diusahakan melalui pemuliaan tanaman untuk mendapatkan varietas baru yang melampaui daerah adaptasi dari varietas yang telah ada. Varietas unggul yang baru akan berhasil bila mempunyia adaptasi geografis yang luas, responsif pengairan dan pemupukan, resisten terhadap hama dan  penyakit. Sebagaimana telah disinggung sebelumnya bahwa sebenarnya produk tanaman yang dipanen manusia adalah hasil fotosintesis. Pada serealia, produk yang dimanfaatkan adalah  biji. Biji mengandung karbohidrat yang berasal dari proses fotosintesis. Dengan demikian untuk meningkatkan karbohidrat perlu ditingkatkan aktivitas fotosintesis. Aktivitas fotosintesis sangat dipengaruhi oleh cahaya matahari.
Oleh karena itu,daun sebagai pelaksana fotosintesis harus memiliki persyaratan. Persyaratan-persyaratan yang harus dimiliki daun untuk melakukan fotosintesis, adalah  :
-      mampu mengabsorpsi sinar matahari yang berguna untuk fotosintesis secara optimal
-      kedudukan daun (filotaksis) tidak saling menaungi serta mempunyai posisi yang sesuai dengan arah datangnya sinar
-      penguapan yang sering terjadi pada daun haruis seimbang dengan yang tersedia
1.        Varietas unggul
Revolusi hijau diusahakan melalui pemuliaan tanaman untuk mendapatkan varietas unggul dan mampu beradaptasi. Kemampuan adaptasi yang diharapkan  adalah :
-      adaptasi geografis yang luas, artinya dapat tumbuh atau mempunyai penyebaran yang cukup luas
-      responsif terhadap pengairan dan pemupukan
-      resistensi terhadap hama dan penyakit
2.       Intensifikasi pertanian
Intensifikasi pertanian merupakan bentuk mekanisme revolusi hijau di Indonesia yang biasa di kenal dengan sebutan panca usaha tani, yaitu 5  (lima) usaha untuk meningkatkan hasil pertanian yang meliputi  :
-      pengolahan tanah yang baik
-      penggunaan bibit unggul
-      pemupukan dengan tepat
-      pengaturan irigasi
-      pemberantasan hama dengan pestisida
3.       Kendala dalam revolusi hijau
Dalam usaha meningkatkan hasil tanaman seperti yang diharapkan dalam revolusi hijau ternyata harus kerja keras dan terdapat kendala-kendala yang harus dihadapi, yaitu :
-      Varietas unggul umumnya hanya akan menghasilkan panen yang baik bila diberi pupuk dan pengairan yang tepat
-      Adanya lahan-lahan yang potensial untuk pertanian namun letajk geografisnya kurang menguntungkan, seperti jauh dari penduduk atau tidak/ belum mempunyai sistem irigasi sehingga lahan tersebut sulit untuk dimanfaatkan
-      Banyak lahan yang secara geografis menguntungkan namum keadaan tanahnya kritis dan kurang subur
-      Adanya serangga berbagai hama, misal serangga atau hewan yang dilindungi
Tujuan akhir dari pemuliaan tanaman adalah untuk mendapatkan hasil pertanian lebih dari hasil yang telah dicapai varietas yang telah ada. Namun peningkatan hasil saja masih kurang dan harus diikuti dengan beberapa tindakan penunjang, antara lain  :
-      peningkatan hasil pertanian tidak boleh menurun kualitasnya
-      perlu adanya diversifikasi  atau penganekaragaman menu
-      untuk jenis tanaman leguminoseae, perlu adanya daya hasil yang lebih menarik
-      peningkatan protein melalui peningkatan komposisi hasil
-      pengingkatan hasil yang mengandung energi lebih tinggi
-      ketahanan penyakit dalam penyimpanan
-      hasil tidak boleh mengandung racun
4.       Dampak revolusi hijau
Revolusi hijau selain menguntungkan dalam pemenuhan kebutuhan pangan dapat teratasi, tetapi ternyata revolusi hijau juga menimbulkan masalah bagi lingkungan dan sosial, antara lain berupa  :
-      Terbentuknya penyerdehanaan komunitas, karena umumnya petani hanya menanam serealia atau bahan pokok dan tidak menanam leguminosea (kacang-kacangan)
-      Penggunaan pupuk buatan dan pestisida akan menyebabkan hilangnya kemampuan mikroorganisme tanah yang membantu menyuburkan tanah. Akibatnya dalam waktu 20 – 30 tahun mendatang akan terjadi titik balik penurunan produtivitas tanaman.
-      Rusaknya keseimbangan lingkungan akibat penggunaan pupuk buatan dan tercemarnya lingkungan akibat penggunaan pestisida yang berlebiha dapat menyebabkan kepunahan berbagai organisme
-      Pembuatan lahan pertanian (sawah, ladang) baru dari hutan-hutan akan menurunkan keanekaragaman hayati dan keaneragaman genetika. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya salah satu species tumbuhan atau hewan yang mungkin mengandung gen yang sangat dibutuhkan
-      Adanya mekanisasi pertanian menyebabkan petani buruh kehilangan pekerjaan, yang akibatnya terjadinya urbanisasi yang menyebabkan masalah di perkotaan besar
-      berkurangnya keanekaragaman genetik jenis tanaman tertentu akan sangat membahayakan , sebab bisa menurunkan plasma nutfah atau sumber gen.   

B.       Revolusi Biru
        Keberhasilan manisia dalam usaha peningkatan hasil serealia ternyata cukup mengatasi kekurngan  pangan sebagaian  hasil serealia ternyata belum cukup mengatasi kekurangan pangan sebagaian besar penduduk dunia. Hal ini disebabkan makin sempitnya tanah pertanian yang subur, sebab terdesak oleh pemanfaatan tanah untuk kepentingan lainnya. Seperti talah kita ketahui bahwa 70% luas permukaan bumi ini berupa lautan, maka tidak ada salahnya kalau manusia mulai melirik dan mengusahan dalam mengatasi kekurangan pangan di ararhkan ke lautan. Untuk memanfatkan sumber daya hayati yang ada di laut, maka digiatkan revolusi biru, yaitu pengembangan teknologi pemanfaatan sumber daya hayati laut, terutama dalam  pemenuhan kebutuhan pangan.
Sumber daya laut terdiri atas sumber daya hayati dan sumber daya non hayati .  

1.  Sumber daya hayati laut
a.   Tumbuhan
      Jenis alga atau rumput laut merupakan tubuhan laut yang menghasilkan agar-agar, merupakan sumber penghasil karbonhidrat. Berbagai rumput laut juga mengandung asam amino dan mineral. Selain itu rumput laut dapat untuk antibiotika, kosmetik, bahan tekstil dan plastik.
      Alga hijau bersel satu seperti Chlorella mulai dibudidayakan sebagai sumber protein yang mengandung 50% protein dari berat kering.         
b.   Hewan
      Ikan, udang dan cumi-cumi merupakan sumber protein heani yang sangat besar di hasilkan dari laut.
c.     Kerang laut
Kerang hujau, kerang mutiara dan kepiting merupakan sumber daya hayati laut yang cukup potensi untuk dikembangkan
Dalam meningkatkan sumber daya hayati laut, upaya yang dilakukan tidak hanya penagkapan ikan dan penambilan biota laut lainnya, tetapi juga perlu diikuti dengan pembudidayaan berbagai jenis hewan dan tumbuhan laut, seperti alaga atau rumpu tlaut, kerang mutiara dan lain-lain. Pembudidayaan rumput laut telah dikembangkan diberbagai tempat, dan hasilnya ternyata sangat memuaskan. Pemerintah telah mengusahakan berbagai upaya dalam meningkatkan pemanfaatan pengembangan sumber daya hayati laut, yaitu  :
-      Melaksanakan pola perusahaan inti rakyat (PIR) untuk perikanan laut, misal ikam tuna dan ika cakalang
-      Mengembangkan sistem rumpon, yaitu suatu alat yang dipasang didaerah laut sebagai tempat berkumpulnya ikan.
-      Melakukan zona ekonomi eksklusif (ZEE), dengan ZEE ini maka wilayah Indonesia akan bertambah luas. Hal ini akan memungkinkan pula meningkatnya hasil sumber daya hayati laut.
-      Mengadakan penelitian tentang potansis sumber daya laut, sehingga dapat diketahui wilayah-wilayah laut yang mana yang produktif dan wilayah mana yang kurang produktif.   
2.  Sumber daya non hayati laut
a.  Air laut
      Berbagai negara laut dapat      diolah dengan teknologi osmosis balik, yaitu menghilangkan garam dapurnya sehingga dapat sebagai sumber air minum. Air laut banyak mengandung unsur kimia, seperti NaCl yang penting untuk pangan, Mg yang penting untuk industri pesawat terbang, roket dan peralatan laut udara.  
b. Nodul di dasar laut
      Nodul yaitu endapan logam, seperti Mn, Ni, Co, Cu, Au, Zn dan Fe yang vital untuk pengembangan industri 
      c. Energi
Energi panas yang berasal dari panas matahari (OTEC atau Ocean Thermal Energy Converasion) penting untuk pembangkit tenaga listrik
      d. Arus dan gelombang laut
Arus laut dan gelombang laut di Jepang digunakan untuk pembangkit listrik dengan kincir listrio yang digerakan.

A. Sumber daya alam berdasarkan jenis :
- sumber daya alam hayati / biotic
adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup.
contoh : tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain
  
- sumber daya alam non hayati / abiotik
adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati.
contoh : bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain


B. Sumber daya alam berdasarkan sifat pembaharuan :
- sumber daya alam yang dapat diperbaharui / renewable yaitu sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan.
contoh : air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain
-sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui / non renewable ialah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah.
contoh : minyak bumi, batubara, timah, gas alam.
- Sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya / unlimited
contoh : sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.
C. Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya
- sumber daya alam penghasil bahan baku
adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi.
contoh : hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain
- sumber daya alam penghasil energy
adalah sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi.
misalnya : ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya.

         Sumber daya alam adalah semua benda hidup maupun mati yang ada atau terdapat secara alamiah di bumi serta dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, di laut, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumberdaya alam adalah barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi. Keberadaan dan ketersediaannya maupun penyebarannya tidak merata secara geografis. Pemanfaatannya secara efesien tergantung pada teknologi dan jika melalui proses pengolahan, akan menghasilkan produk bernilai tambah namun sekaligus menghasilkan limbah.
Beberapa istilah atau konsep dasar yang berkaitan dengan judul makalah ini meliputi hal-hal sebagai berikut:
· Lingkungan hidup atau lingkungan adalah; semua faktor biotik dan abiotik yang berada di sekitar makluk hidup atau dengan kata lain, lingkungan hidup adalah sistem kehidupan yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan (tatanan alam) dan makhluk hidup termasuk manusia dengan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
· Pengelolaan lingkungan hidup yang diartikan sebagai upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang mencakup kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup (Pasal 1 angka 2 Undang-undang No.23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup).
· Ekologi adalah; ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makluk hidup dan lingkungannya.
· Ekosistem adalah; suatu kawasan alam yang di dalamnya tercakup unsur-unsur hayati (organisme) dan unsur-unsur non hayati (zat-zat tidak hidup) serta antara unsur-unsur tersebut terjadi hubungan timbal-balik.
· Sistem adalah himpunan komponen-komponen atau elemen-elemen atau bagian yang saling berkaitan dan secara bersama-sama berfungsi untuk mencapai sesuatu tujuan.
· Pencemaran lingkungan adalah; peristiwa adanya penambahan bermacam-macam bahan sebagai hasil dari aktivitas manusia ke lingkungan dan biasanya memberikan pengaruh yang berbahaya terhadap lingkungan itu sendiri.
· Pembangunan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan potensi sumberdaya alam ke dalam perilaku manusia yang menjamin kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan juga untuk makhluk hidup lain seraya menjaga kualitas sumberdaya pembangunan itu secara terus-menerus (berkelanjutan).

Sumberdaya alam berdasarkan jenisnya, terdiri atas : 
· sumberdaya alam hayati / biotik yakni sumberdaya yang berasal dari makhluk hidup seperti;
tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain
· sumberdaya alam non hayati / abiotik adalah sumberdaya yang berasal dari benda mati seperti; bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain
Sumberdaya alam berdasarkan sifat pembaharuan atau dapat tidaknya diperbaharui terdiri atas :
· sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (renewable) yaitu sumberdaya yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan. Contohnya adalah; air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain. Disebut demikian, karena alam mampu mengadakan pembentukan baru dalam waktu relatif cepat, secara reproduksi atau siklus.
o perbaruan dengan reproduksi. Hal ini terjadi pada sumberdaya alam hayati, karena hewan dan tumbuhan dapat berkembang biak sehingga jumlahnya selalu bertambah.
o perbaruan dengan adanya siklus. beberapa SDA ,misalnya air dan udara terjadi dalam proses yang melingkar membentuk siklus.
· sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui (non renewable) ialah sumberdaya yang tidak dapat didaur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah. Contoh : bahan mineral, minyak bumi, batubara, timah, gas alam, dll. SDA ini terdapat dalam jumlah relatif statis karena tidak ada penambahan atau waktu pembentukan yang lama. Berdasarkan daya pakai dan nilai konsumtifnya, SDA ini dibagi 2, yaitu SDA yang tidak cepat habis karena nilai konsumtifnya kecil dan SDA yang cepat habis karena nilai konsumtif barang tersebut relatif tinggi.
Menurut cara terbentuknya bahan galian dibagi menjadi;
o bahan galian magmatic
o bahan galian pegmatite
o bahan galian hasil pengendapan
o bahan galian hasil pengayaan sekunder
o bahan galian hasil metamorfosis kontak
o bahan galian termal

Sedangkan kategori bahan galian menurut kepentingan bagi negara:
o Golongan A, golongan bahan galian strategis
o Golongan B, golongan bahan galian vital
o Golongan C, bahan galian yang tidak termasuk ke dalam golongan A atau B
Sumberdaya alam yang tidak terbatas jumlahnya (cycle / unlimited); seperti sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.
Sumberdaya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya dapat dikategorikan sebagai berikut :
· sumberdaya alam penghasil bahan baku yakni; sumberdaya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi. Contoh; hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain.
· sumberdaya alam penghasil energi yang meliputi sumberdaya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi. Contoh; ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, batu bara, dan lain sebagainya.

Konservasi Sumber Daya Alam non hayati terdiri  atas :
1. Konservasi Tanah dan Air, dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
       Konservasi tanah diartikan sebagai penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Sedangkan konservasi air pada prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah seefisien mungkin, dan pengaturan waktu aliran sehingga tidak terjadi banjir yang merusak dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau. Persoalan konservasi tanah dan air adalah kompleks dan memerlukan kerjasama yang erat antara berbagai disiplin ilmu pengetahuan seperti ilmu tanah, biologi, hidrologi, dan sebagainya. Pembahasan tentang konservasi tanah dan air ini selalu tidak akan terlepas dari pembahasan tentang siklus hidrologi. Siklus hidrologi ini meliputi proses-proses yang ada di dalam tanah, badan air, dan atmosfer, yang pada intinya terdapat dua proses yaitu evaporasi dan presipitasi yang dikendalikan oleh energi matahari. Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan wilayah yang dibatasi oleh batas alam (topografi) di mana aliran permukaan yang jatuh akan mengalir ke sungai-sungai kecil menuju ke sungai besar akhirnya mencapai danau atau laut. Pengelolaan DAS berupaya untuk menselaraskan dikotomi kepentingan ekonomi dan ekologi. Kepentingan ekonomi jangka pendek akan terancam bila kepentingan ekologi diabaikan. Sebaliknya gerakan perbaikan ekologi yang melibatkan masyarakat tidak akan terpelihara secara terus menerus tanpa memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Untuk mencapai tujuan pengelolaan DAS diperlukan upaya pokok dengan sasaran:
 a.Pengelolaan Lahan
 b. Pengelolaan Air
 c. Pengelolaan Vegetasi.

Erosi dan Metode Konservasi Tanah dan Air
Erosi merupakan proses pengikisan tanah yang kemudian diangkut dari suatu tempat ke tempat lain oleh tenaga seperti: air, gelombang atau arus laut, angin, dan gletser. Ada dua jenis utama erosi yaitu erosi normal/geologi dan erosi yang dipercepat. Erosi normal yaitu proses-proses pengangkutan tanah yang terjadi di bawah keadaan vegetasi alami. Proses erosi ini berlangsung sangat lama dan proses ini yang menyebabkan kenampakan topografi yang terlihat sekarang ini, seperti: tebing, lembah, dan sebagainya. Sedangkan erosi dipercepat adalah pengangkutan tanah yang menimbulkan kerusakan tanah akibat aktivitas manusia yang mengganggu keseimbangan antara proses pembentukan dan pengangkutan tanah. Menurut bentuknya erosi dibedakan menjadi: erosi lembar, erosi alur, erosi parit, erosi tebing sungai, longsor, dan erosi internal. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi erosi adalah iklim, topografi, tumbuh-tumbuhan, tanah, dan manusia. Eischemeier (1976) mengembangkan persamaan rata-rata tahunan kehilangan tanah yaitu: A = R K L S C P, di mana A adalah banyaknya tanah yang tererosi, R adalah faktor curah hujan dan aliran permukaan, K adalah faktor erodibilitas tanah, L adalah faktor panjang lereng, S adalah faktor kecuraman lereng, C adalah faktor vegetasi penutup tanah dan pengelolaan tanaman, dan P adalah faktor konservasi tanah. Beberapa metode konservasi tanah dapat dibagi dalam tiga golongan utama, yaitu: (1) metode vegetatif, (2) metode mekanik, dan (3) metode kimia.
2. Konservasi Energi dan Sumber Daya Mineral
Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan energi supaya berkelanjutan antara lain adalah bagaimana mengatur penggunaan energi yang berkualitas, meminimumkan penggunaan energi untuk transportasi, dan mengubah energi secara efisien. Konservasi energi dapat dilakukan pada bidang-bidang transportasi, bangunan, dan industri. Jenis-jenis sumber daya mineral dapat digolongkan menurut kegunaannya yaitu menjadi sumber daya mineral logam dan non logam.
    Sumber daya mineral logam dibagi menjadi:
1. logam yang berlimpah, contohnya besi dan aluminium.
2. logam yang jarang, contohnya tembaga dan seng.
     Sumber daya mineral non logam dibagi menjadi:
1.mineral untuk bahan kimia pupuk buatan dan keperluan khusus, contohnya fosfat dan nitrat.
2. bahan bangunan, contohnya pasir dan asbes.
3. bahan bakar fosil, contohnya minyak bumi dan batu bara, dan
4. air, contohnya air sungai dan air tanah.
        Ketentuan tentang pengelolaan sumber daya mineral diatur dalam Undang-undang No. 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan. Pada Pasal 3 Undang-undang tersebut dinyatakan bahwa bahan-bahan galian dibagi atas 3 golongan, yaitu: golongan A adalah bahan galian strategis, golongan B adalah bahan galian vital, dan golongan C adalah bahan galian yang tidak termasuk dalam golongan A dan B.
       Pelaksanaan Undang-undang No. 11 Tahun 1967 tersebut ditetapkan pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 32 Tahun 1969. Menurut ketentuan Pasal 1 PP tersebut dikatakan kuasa pertambangan untuk melaksanakan usaha pertambangan bahan galian golongan A dan B diberikan oleh Menteri, sedangkan golongan C diberikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I.  










PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan-penjelasan diatas, maka penulis dapat memberikan kesimpulan sebagai berikut :
1. Sumber daya alam akan menjadi lebih bermanfaat jika dikelola dengan benar dan tetap memperhatikan nilai-nilai kelestarian sumber daya alam serta tanpa mengabaikan sifat kemanusiaan sebagai dampak dari sumber daya alam tersebut.
2. Sebuah kemungkinan besar jika memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam terutama di Indonesia, akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dengan menjalankan aspek kepentingan bersama sehingga hasil dari sumber daya alam tidak hanya di nikmati para penggarap asing namun diutamakan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia itu sendiri .
3. Sumber daya alam merupakan kekayaan yang berada di bumi dan juga bisa bermanfaat bagi kebutuhan pokok manusia sehari-hari, seperti kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier, contohnya beras, sayur-sayuran, buah-buahan, tekstil, BBM, Televisi, Hand phone, radio.

Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat diberikan saran sebagai berikut :
1.Agar sumber daya alam dapat dikelola dengan baik maka diperlakukan tenaga ahli yang sudah diberikan pendidikan dan keahlian khusus, tentu penggarapan hal ini yang harus diperhatikan sekali oleh pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas dan kuantitas hasil.
2.Penggunaan sumber daya alam sebaiknya jangan diekspos secara berlebihan karena tidak semua sumber daya alam dapat diperbaharui.





























Daftar Pustaka

Doctoroff, Michael. 1977.  Synergistic Management. AMACOM Press., New York.
Halbach, P., 2003. Cruise Report: Bandamin II, Submarine Hydrothermalism in the Southern Banda / Flores Sea. Freie Universitat,  Berlin.
http://catatankuliah-ku.blogspot.com/2010/12/makalah-sumber-daya-alam.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam
                                                                                  
Lili Sarmili. 2002. Kandungan Emas dan Perak dalam Mineralisasi Hidrotermal di  Perairan Komba dan Sekitarnya, Laut Flores-Wetar, Kawasan Timur Indonesia. Bulletin Marine Geological Institute, Vol. 2, April 2002, Bandung.
Purnomo Yusgiantoro, 2004. Wawancara Prospek Migas. Harian Metro, Tgl 14 Juni 2004, Jakarta.
Qilun, Yang,. 1995. Preliminary Study of Unstability of East China Floor. The 14th Inqua Congress Berlin. Qingdao Ocean Univ. Press.
Sirower, Mark, L. , 1998. The Synergy Trap. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Subaktian Lubis, 2002. Sejarah Penyelidikan Geologi Kelautan di Kawasan Indonesia Timur Indonesia Sebagai ”The Last Frontier”. Forum Balitbang Energi dan Sumber Daya Mineral. Balitbang ESDM, Jakarta.
Toto Pandoyo, 1994. Wawasan Nusantara dan Implementasinya dalam UUD 1945 serta Pembangunan Nasional. Penerbit PT Rineka Cipta, Jakarta.
 

Yasin, Maskoeri.1986.Ilmu Alamiah Dasar.Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar