Rabu, 02 Juli 2014

PKMP (OLAHAN GONAD BULU BABI (KUKURE) JENIS Diadema setosum SEBAGAI SUMBER PEMENUHAN KEBUTUHAN PROTEIN MASYARAKAT PESISIR DESA ULU KRUI KECAMATAN WAY KRUI KABUPATEN PESISIR BARAT LAMPUNG)

OLAHAN GONAD BULU BABI (KUKURE)  JENIS Diadema setosum SEBAGAI SUMBER PEMENUHAN KEBUTUHAN PROTEIN MASYARAKAT PESISIR DESA ULU KRUI KECAMATAN WAY KRUI KABUPATEN PESISIR BARAT LAMPUNG

PKMP (PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA - PENELITIAN)


A.  JUDUL
  Olahan Gonad Bulu Babi (Kukure) Jenis Diadema Sitosum Sebagai Sumber Pemenuhan Kebutuhan Protein Masyarakat Pesisir Desa Ulu Krui Kecamatan Way Krui Kabupaten Pesisir Barat Lampung

B.  LATAR BELAKANG MASALAH
Seiring dengan pertambahan populasi penduduk Indonesia dewasa ini, maka permintaan bahan makanan yang mengandung protein akan semakin meningkat pula.  Di sisi lain, maraknya penyakit busung lapar dan kurang gizi (malnutrition) serta serangan flu burung yang melanda masyarakat di Indonesia akhir-akhir ini, maka pemenuhan sumber protein baru dari produk hewan laut merupakan salah satu solusi terbaik.  Hal ini tentu saja merupakan suatu peluang tepat sekaligus meringankan beban pemerintah khususnya Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dalam mencari sumber pangan alternatif yang berkualitas.
Bulu babi (Diadema setosum) adalah salah satu organisme perairan yang banyak ditemukan di Indonesia termasuk di Lampung (Arakaki  and Kusen, 2000). Hewan ini telah dimanfaatkan gonad atau telurnya (Aslan, 2005).  Gonad bulu babi berdasarkan hasil penelitian mengandung 13 jenis asam amino, 18 jenis asam animo esensial (lisin, metionin, treonin, valin, arginin, histidin, triptopan dan fenilalanin) dan 5 asam amino non esensial (serin, sistein, asam aspartat, asam glutamat dan glisin).  Dari sekian kandungan asam amino tersebut ada 2 jenis yaitu arginin dan histidin yang cukup penting untuk pertumbuhan anak.  Selain itu bulu babi juga mengandung asam lemak tak jenuh omega 3 yang berkhasiat untuk menurunkan kandungan kolesterol manusia.  Bulu babi juga kaya kandungan vitamin A, vitamin B kompleks dan mineral yang dapat memperlancar fungsi sistem saraf dan metabolisme tubuh manusia.  Hasil analisis nilai gizi gonad bulu babi per 100 g berat kering adalah: protein 39,18 g, lemak  8,7 g, karbohidrat 38,57 g, kadar abu 8,2 g, fosfor 596 mg, kalsium 776 mg, karoten total 57,6 mg, vitamin A 3,349 SI, vitamin B 0,08 mg dan kadar air 5,35 g (Saparinto, 2003).

Gonad bulu babi sebagai organ reproduksi merupakan timbunan protein berkualitas tinggi yang kaya akan asam-asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.  Dari hasil analisa kualitatif gonad Diadema setosum diketahui bahwa dalam gonad tersebut ditemukan lima asam amino esensial bagi orang dewasa yaitu lisin, metionin, fenilalanin, threonin, dan valin, dua asam amino esensial bagi anak-anak yaitu arginin dan histidin, juga ditemukan asam  aspartat, asam glutamat, glisin, serin (Kato and Schroeter, 1985).
            Jenis-jenis asam amino tersebut adalah glisin, valin, alanin, methionin, dan asam glutamat.  Selain itu pula nukleotida dari jenis IMP (Inosin Mono Phosphat) dan GMP (Guanosin Mono Phosphat) juga ikut mempengaruhi karakterisasi rasa gonad bulu babi, terutama dalam pembentukan rasa ”umami”, yaitu rasa khas seperti golongan daging.
Gonad bulu babi merupakan makanan tambahan yang kaya akan nilai gizi. Lee dan Hard (1982) melaporkan bahwa dari analisis protein bulu babi, ternyata didalamnya terkandung sekitar 28 macam asam amino.  Selain itu gonad bulu babi juga kaya akan vitamin B kompleks, vitamin A dan mineral (Chasanah dan Andamari, 1998) .
Di Desa Ulu Krui, bulu babi belum begitu dikenal oleh masyarakat pesisir Desa tersebut.  Hanya sebagian kalangan masyarakat pesisir khususnya nelayan yang memanfaatkan organisme ini.  Hal ini disebabkan  pengetahuan dan informasi dalam mengenal dan mengetahui  kandungan gizi gonad bulu babi di kalangan masyarakat luas masih terbatas.
C. PERUMUSAN MASALAH
Kukure adalah istilah lokal masyarakat pesisir di pulau pulau kecil SulawesiTenggara seperti pulau pulau di Wakatobi, Buton dan Muna bagi makanan yang bahan utamanya terbuat dari gonad bulu babi. Namun, kukure ini  belum popular bagi masyarakat pesisir yang tinggal di daratan Lampung seperti di Kabupaten Pesisir Barat khususnya di desa Ulu Krui.
 Kukure merupakan timbunan gonad bulu babi yang dikumpulkan dalam satu cangkang bulu babi sebagai kemasan alaminya. Dalam mengonsumsinya, kukure dapatdimakan langsung atau pun diolah terlebih dahulu dengan cara dimasak/ ditumis, atau dikukus, digoreng, direbus, dan dibakar langsung dengan cangkangnya.  Kukure ini paling cocok dimakan dengan nasi sebagai pengganti ikan.
Kukure ke depan diharapakan dapat digunakan sebagai resep baru bagi pemanfaatan gonad bulu babi sebagai salah satu upaya diversifikasi pangan dari laut. Hal yang perlu dirumuskan adalah bagaimana cara masyarakat mengembangkan kukure  agar secara ekonomis bernilai jual  (marketable).
Permasalahan yang akan ditelaah dalam kegiatan ini adalah:
1. Bagaimana memperkenalkan kepada masyarakat, khususnya masyarakat di DesaUlu Krui, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat tentang pemanfaatan  gonad sebagai sumber protein yang berguna dalam mendukung program diversifikasi pangan bagi masyarakat pesisir;
2. Bagaimana memperkenalkan kepada masyarakat, khususnya masyarakat di DesaUlu Krui, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat tentang pemanfaatan gonad pengolahan gonad bulu babi menjadi bentuk Kukure.
D. TUJUAN 
       Tujuan kegiatan ini adalah :                              
1.         Untuk lebih meningkatkan nilai jual gonad bulu babi dengan cara pengolahan yang variatif.
2.         Mampu menciptakan jenis makanan baru dengan gonad bulu babi sebagai bahan baku utama.
3.         Membantu masyarakat dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan berbasis Perikanan.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :
1.    Untuk  Mahasiswa

a.  Mahasiswa dapat berperan sebagai mediator yang dapat memberikan informasi mengenai komoditas bulu babi dalam rangka pemenuhan gizi bagi masyarakat.
b.   Mahasiswa dapat meningkatkan ilmu pengetahuan, dan keterampilan khususnya mengenai pengolahan bulu babi  menjadi Kukure yang memiliki nilai ekonomis dan mengandung protein yang tinggi.
c.   Mahasiswa dapat mengambil referensi dan menghasilkan ide baru dalam melakukan penelitian selanjutnya terhadap gonad bulu babi.

2.    Untuk Masyarakat

a.      Menjadi salah satu alternatif sumber protein bagi kehidupan masyarakat yang         memanfaatkan gonad bulu babi menjadi Kukure.
b. Menghasilkan produk paten yaitu Kukure gonad bulu babi yang dapat  dinikmati oleh  semua lapisan masyarakat.
c.   Memberikan inspirasi baru bagi masyarakat dalam menciptakan produk kreatif lainnya dalam bidang perikanan.
3.   Untuk Pemerintah
a.    Komoditas bulu babi dapat dijadikan sebagai salah satu hasil perikanan yang dapat diandalkan sebagai makanan khas laut Lampung.
b.    Terpenuhinya kebutuhan pasar khususnya komoditas  gonad bulu babi baik pasar lokal, nasional, maupun intenasional dan sebagai sumber devisa bagi pemerintah.

4.    Untuk Penelitian
a.         Dapat meneliti dan mengembangkan Kukure dalam resep dan format baru Kukure termasuk kemasannya sehingga bernilai jual tinggi
b.        Dapat melakukan penelitian terhadap pemanfaatan gonad dari  organisme ini yang dapat diolah selain dalam bentuk Kukure
F. KEGUNAAN PROGRAM
Kegunaan program ini adalah :
a.       Mahasiswa selain menjadi mediator bagi masyarakat, juga dapat menjadi motivator  untuk masyarakat dengan cara memadukan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam orientasinya ke pengolahan gonad bulu babi menjadi Kukure.
b.      Masyarakat dalam mengembangkan jiwa kreativitas dengan tujuan meningkatkan taraf ekonomi, baik dalam skala rumah tangga maupun untuk masyarakat secara umum.
c.       Pemerintah dapat memberdayakan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan  pembudidayaan bulu babi agar pemanfaatan bulu babi sebagai salah satu sumber pangan dan sektor budidayanya dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa merusak kelestariannya



1.      Analisa Pra-Program
Pada tahap pertama, konsep rencana kegiatan pelatihan akan dimatangkan termasuk  materi, peserta, pengajar, perizinan dan pembagian tugas selama pelatihan berlangsung
2.      Survei Lapangan
Survei lapangan sebelum kegiatan pelatihan akan dilakukan untuk menambah informasi dan referensi pembuatan materi pelatihan dan sumber bahan baku dalam pembuatan kukure yang berasal dari gonad bulu babi Diadema setosum Sehingga materi dan bahan yang diberikan dapat disesuaikan dan tersedia sesuai kebutuhan jadwal kegiatan  baik secara kuantitas maupun kualitas yang dibutuhkan selama pelatihan berlangsung
3.      Administrasi  Perizinan
Pada tahap ini, kepastian jadwal kegiatan disesuaikan dengan kepala Desa Ulu Krui Kecamatan Way Krui Kabupaten Pesisir Barat Lampung.  Perizinan dan kesediaan bekerjasama (mitra)  di pihak Kepala Desa Ulu Krui sudah ada dan dapat dilihat pada  (Lampiran 2).
4.   Perekrutan Peserta
Perekrutan paras peserta akan dilakukan  bekerjasama dengan pihak Kepala DesaUlu Krui.  Adapun jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 20 orang.
5.      Pembuatan Materi
Materi yang dibuat pada tahap ini merupakan panduan bagi para peserta. Materi pelatihan mencakup: Pengenalan bulu babi D. Setodum, pengambilan bulu babi dari laut dan  penanganannya, prosedur pengolahan kukure sampai menghasilkan berbagai macam masakan (tumis, goreng, rebus langsung, kukus, bakar).
6.          Persiapan Alat dan Bahan
Persiapan alat meliputi sarana yaitu tempat pelatihan dan sampan.  Alat meliputi tombak panah, ember, kamera, perahu, peralatan masak.  Bahan Bulu babi jenisDiadema setosum.  Alat dan bahan ini merupakan penunjang terlaksananya program. 


7.      Pembukaan Orientasi
    Pembukaan merupakan muatan program yang paling penting dalam acara, yaitu memberikan orientasi dan motivasi kepada para peserta tentang pentingnya pemanfaatan Bulu babi jenis Diadema setosum ini Sebagai sumber pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.  Pada tahap ini dilakukan juga pendataan kembali peserta yang  akan mengikuti program  pembuatan Kukure ini.
8.   Pelatihan
Pelatihan dan bimbingan dilakukan dalam 2 (dua) kali pertemuan  selama PKMP berlangsung.  Hari pertama dialokasikan untuk pelatihan, sedangkan hari kedua untuk bimbingan pembuatan kukure.
9.      Evaluasi
Pada tahap evaluasi, semua peserta akan diberikan umpan balik tentang program yang telah dilaksanakan melalui pertanyaan yang telah disusun dalam bentuk kuisioner.  Hal ini akan menjadi pertimbangan  bagi kontinuitas program di masa masa mendatang.  Keberhasilan program ini dapat ditinjau dari dua aspek, yaitu aspek proses dan hasil yang dicapai.  Aspek proses, yang dievaluasi adalah tingkat pengetahuan dan keterlibatan para  peserta dan masyarakat dalam mengonsumsi kukure. Aspek hasil, yang dievaluasi adalah pengolahan dari kukure berdampak bagi penambahan protein hewani dari laut.  Selain itu, setelah pelatihan semua peserta akan  diberikan   sertifikat dan penghargaan kepada peserta terbaik.
10.  Pelaporan dan Publikasi dari Jurnal Terakreditasi
Dalam rangka  untuk menyebarkan informasi pemanfaatan goand bulu babi menjadi kukure sebagai sumber pemenuhan protein dan makanan alternatif pemenuhan gizi, semua aspek pelatihan ini akan disusun dalam laporan dan kemudian publikasi di jurnal terakreditasi. Laporan kegiatan ini dalam 2 (dua) bentuk yaitu laporan kemajuan (memuat kemajuan kegiatan pembuatan kukure yang tengah  berlangsung) dan Laporan akhir (memuat semua  kegiatan / proses yang sudah  berlangsung). Publikasi di Jurnal Terakreditasi merupakan salah satu upaya untuk memancing perhatian dan sekaligus untuk menjadi sumber informasi  bagi  para peneliti baik dalam lingkup UNHALU maupun dari institusi akademik lainnya  untuk memanfaatkan temuan ilmiah dari kegiatan PKMP ini.
11.        Pengusulan PATEN  dari Kukure
Pengusulan dalam rangka untuk mendapatkan Paten dari kegiatan pembuatan kukure bulu babi merupakan target utama dari pelatihan  PKMP ini. Kegiatan yang mengarahkan pada upaya optimalisasi setiap kegiatan yang berpeluang paten khususnya komposisi dan metode pembuatan Kukure yang khas Lampung.

I.       JADWAL KEGIATAN
Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 3 bulan, yang tercantum dalam Tabel 1 berikut:
Tabel 1.  Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Program
No
Jenis Kegiatan
Bulan ke
I
II
III
1.
Analisa Pra Program
dan Survei Lapangan
2.
Administrasi Perizinan
3.
Pengadaan alat dan bahan
4.
Perekrutan Peserta
5.
Pembuatan Materi
6.
Pembukaan dan Orientasi
7.
Pelatihan
8.
Evaluasi Hasil Kegiatan
9.
Pelaporan dan Publikasi dari Jurnal Terakreditasi
10.
Pembuatan Dokumen Pengusulan Paten Kukure
Bulu babi

J.      RANCANGAN BIAYA
A.  Biaya ATK
No.
Uraian Kegiatan
Volumen/ Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
A.
1.
Kertas Kwarto
3 Rim      @   30.000
90.000,-
2.
Tinta Printer
3 paket    @   30.000
90.000,-
3.
Alat tulis menulis
1 Paket    @   70.000
70.000,-
4.
Rental computer
1 Paket    @ 250.000
250.000,-
5.
Foto kopi dan jilid
1 Paket    @ 250.000
250.000,-
6.
Leaflet tentang Bulu babi
100 Buah @ 3.000
300.000,-
Jumlah
1.050.000
B.  Bahan/Alat/Habis Pakai
No.
Uraian Kegiatan
Volumen/ Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
A.
Biaya Tetap
1.
Recorder
1 buah  @ 200.000
200.000
2.
Tombak Panah
5 buah  @ 20.000
100.000
3.
Ember
4 buah. @ 25.000
100.000
4.
Kompor
2 buah  @ 100.000
200.000
5.
Bumbu masak
1 paket @ 200.000
100.000
                         Jumlah
700.000
C.
Biaya Tidak Tetap
1.
Sewa Rumah Jaga
1 Unit @ 100.000
100.000,-
2.
Sewa Perahu
1 Unit @ 100.000
100.000,-
3.
Pembuatan papan PKM
Diskusi internal/pemantapan
1 Unit @ 200.000
200.000,-
4.
Teknis
1 Program @ 200.000
200.000,-
5.
Pembuatan Angket/quisioner
1 Paket @ 100.000
100.000,-
6.
Konsumsi penyuluhan
1 paket @ 1.000.000
1.000.000,-
                        Jumlah
1.700.000,-
D.  Transportasi
No.
Uraian Kegiatan
Volumen/ Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
1.
Transpor alat dan bahan
1 paket @ 500.000
500.000,-
2.
Biaya perjalanan
1 paket @ 550.000
550.000,-
Jumlah
1.050.000,-
E.  Dokumentasi
No.
Uraian Kegiatan
Volumen/ Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
1.
Dokumentasi/iklan
1 paket @ 500.000
500.000,-
Jumlah
500.000,-
F.  Pelaporan
No.
Uraian Kegiatan
Volumen/ Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
Laporan perkembangan
1.
Kemajuan
1 paket @ 500.000
500.000,-
2.
Laporan akhir
1 paket @ 500,000
500,000,-
Jumlah
1.000.000
F. Sub Total
A + B + C + D +E +F    = Rp. 1.050.000+ Rp. 700.000+ Rp. 1.700.000,-+Rp 1.050.000 + Rp. 500.000,-+ Rp. 1.000.000             
                                                     =  Rp. 6.000.000 (Enam Juta Rupiah)
                                                    



DAFTAR PUSTAKA

Aslan, L.M. 2005. Bulu babi, Manfaat dan pembudidayaanya. UNHALU Press. Kendari.   112 hal.

Arakaki, Y., dan Kusen, J.D., 2000. The Echinoderm Fauna (Asteroidea, Echinoidea, andHolothuroidea) of Indonesia Shallow waters. Meio univ. Rep. 5: 1-20.

Chasanah, E. Dan Andamari. 1998. Komposisi Kimia Mikrofil Asam Lemak dan Asam Amino Gonad Bulu babi T. Gratilla dan Salmacis sp. dan Potensi Pengembangannya. Prossiding Seminar Kelautan. Balitbang Sumberdaya Laut. Puslitbang Oseanologi. LIPI Ambon.

Kato, S.and S.C. Schrocter. 1985. Byologi of red sea urchin, Strongylocentrotus franciscanus and its fishery in California. Mar. Fish. Rev. 47 (3): 1-20.

Lee, Y.Z and N.F. Haard. 1982. Evaluation of the green sea urchin gonad as a food source. Can. Inst. Of Food Sci. Tech. J.. 15 (3): 233-235.


Saparinto, C. 2003. Bintang laut Bulu babi Dapat Tekan Kolesterol. Harian Suara Merdeka. Semarang. Sabtu 1 Maret 2003. Hal. 8.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar