OLAHAN GONAD BULU BABI (KUKURE) JENIS Diadema setosum SEBAGAI SUMBER PEMENUHAN KEBUTUHAN PROTEIN MASYARAKAT PESISIR DESA ULU KRUI KECAMATAN WAY KRUI KABUPATEN PESISIR BARAT LAMPUNG
PKMP (PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA - PENELITIAN)
A. JUDUL
Olahan Gonad Bulu Babi (Kukure)
Jenis Diadema Sitosum Sebagai Sumber Pemenuhan Kebutuhan
Protein Masyarakat Pesisir Desa Ulu Krui Kecamatan Way Krui Kabupaten Pesisir
Barat Lampung
B. LATAR
BELAKANG MASALAH
Seiring
dengan pertambahan populasi penduduk Indonesia dewasa ini, maka permintaan
bahan makanan yang mengandung protein akan semakin meningkat
pula. Di sisi lain, maraknya penyakit busung lapar dan kurang gizi (malnutrition)
serta serangan flu burung yang melanda masyarakat di Indonesia akhir-akhir ini,
maka pemenuhan sumber protein baru dari produk hewan laut merupakan salah satu
solusi terbaik. Hal ini tentu saja merupakan suatu peluang tepat
sekaligus meringankan beban pemerintah khususnya Departemen Kelautan dan
Perikanan (DKP) dalam mencari sumber pangan alternatif yang berkualitas.
Bulu
babi (Diadema setosum) adalah salah
satu organisme perairan yang banyak ditemukan di Indonesia
termasuk di Lampung (Arakaki and Kusen, 2000). Hewan ini telah
dimanfaatkan gonad atau telurnya (Aslan, 2005). Gonad bulu
babi berdasarkan hasil penelitian mengandung 13 jenis asam amino, 18 jenis asam
animo esensial (lisin, metionin, treonin, valin, arginin, histidin, triptopan
dan fenilalanin) dan 5 asam amino non esensial (serin, sistein, asam aspartat,
asam glutamat dan glisin). Dari sekian kandungan asam amino tersebut
ada 2 jenis yaitu arginin dan histidin yang cukup penting untuk pertumbuhan
anak. Selain itu bulu babi juga mengandung asam lemak tak jenuh
omega 3 yang berkhasiat untuk menurunkan kandungan kolesterol
manusia. Bulu babi juga kaya kandungan vitamin A, vitamin B kompleks
dan mineral yang dapat memperlancar fungsi sistem saraf dan metabolisme tubuh
manusia. Hasil analisis nilai gizi gonad bulu babi per 100 g berat
kering adalah: protein 39,18 g, lemak 8,7 g, karbohidrat 38,57 g,
kadar abu 8,2 g, fosfor 596 mg, kalsium 776 mg, karoten total 57,6 mg, vitamin
A 3,349 SI, vitamin B 0,08 mg dan kadar air 5,35 g (Saparinto, 2003).
Gonad bulu babi sebagai organ reproduksi merupakan
timbunan protein berkualitas tinggi yang kaya akan asam-asam amino yang sangat
dibutuhkan oleh tubuh manusia. Dari hasil analisa kualitatif
gonad Diadema setosum diketahui bahwa dalam gonad tersebut
ditemukan lima asam amino esensial bagi orang dewasa yaitu lisin, metionin,
fenilalanin, threonin, dan valin, dua asam amino esensial bagi anak-anak yaitu
arginin dan histidin, juga ditemukan asam aspartat, asam glutamat,
glisin, serin (Kato and Schroeter, 1985).
Jenis-jenis
asam amino tersebut adalah glisin, valin, alanin, methionin, dan asam
glutamat. Selain itu pula nukleotida dari jenis IMP (Inosin Mono
Phosphat) dan GMP (Guanosin Mono Phosphat) juga ikut mempengaruhi karakterisasi
rasa gonad bulu babi, terutama dalam pembentukan rasa ”umami”, yaitu rasa khas
seperti golongan daging.
Gonad bulu babi merupakan makanan tambahan yang kaya akan nilai gizi. Lee
dan Hard (1982) melaporkan
bahwa dari analisis protein bulu babi, ternyata didalamnya terkandung sekitar
28 macam asam amino. Selain itu gonad bulu babi juga kaya akan
vitamin B kompleks, vitamin A dan mineral (Chasanah dan Andamari, 1998) .
Di Desa
Ulu Krui, bulu babi belum begitu dikenal oleh masyarakat pesisir Desa
tersebut. Hanya sebagian kalangan masyarakat pesisir khususnya
nelayan yang memanfaatkan organisme ini. Hal ini
disebabkan pengetahuan dan informasi dalam mengenal dan
mengetahui kandungan gizi gonad bulu babi di kalangan
masyarakat luas masih terbatas.
C. PERUMUSAN MASALAH
Kukure
adalah istilah lokal masyarakat pesisir di pulau pulau
kecil SulawesiTenggara seperti pulau pulau di Wakatobi, Buton dan
Muna bagi makanan yang bahan utamanya terbuat dari gonad bulu babi. Namun,
kukure ini belum popular bagi masyarakat pesisir yang tinggal di
daratan Lampung seperti di Kabupaten Pesisir Barat khususnya di desa Ulu Krui.
Kukure
merupakan timbunan gonad bulu babi yang dikumpulkan dalam satu cangkang bulu
babi sebagai kemasan alaminya. Dalam mengonsumsinya, kukure dapatdimakan
langsung atau pun diolah terlebih dahulu dengan cara dimasak/ ditumis,
atau dikukus, digoreng, direbus, dan dibakar langsung dengan
cangkangnya. Kukure ini paling cocok dimakan dengan nasi sebagai
pengganti ikan.
Kukure
ke depan diharapakan dapat digunakan sebagai resep baru bagi
pemanfaatan gonad bulu babi sebagai salah satu upaya
diversifikasi pangan dari laut. Hal yang perlu dirumuskan adalah bagaimana
cara masyarakat mengembangkan kukure agar secara ekonomis
bernilai jual (marketable).
Permasalahan
yang akan ditelaah dalam kegiatan ini adalah:
1.
Bagaimana memperkenalkan kepada masyarakat, khususnya masyarakat di DesaUlu
Krui, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat tentang
pemanfaatan gonad sebagai sumber protein yang berguna dalam
mendukung program diversifikasi pangan bagi masyarakat pesisir;
2.
Bagaimana memperkenalkan kepada masyarakat, khususnya masyarakat di DesaUlu
Krui, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat tentang pemanfaatan
gonad pengolahan gonad bulu babi menjadi bentuk Kukure.
D. TUJUAN
Tujuan kegiatan ini adalah
:
1. Untuk lebih
meningkatkan nilai jual gonad bulu babi dengan cara pengolahan yang variatif.
2. Mampu
menciptakan jenis makanan baru dengan gonad bulu babi sebagai bahan baku utama.
3. Membantu
masyarakat dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan berbasis Perikanan.
E.
LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran
yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk Mahasiswa
a. Mahasiswa dapat berperan sebagai mediator yang dapat
memberikan informasi mengenai komoditas bulu babi dalam rangka pemenuhan gizi
bagi masyarakat.
b. Mahasiswa dapat meningkatkan ilmu pengetahuan,
dan keterampilan khususnya mengenai pengolahan bulu babi menjadi
Kukure yang memiliki nilai ekonomis dan mengandung protein yang tinggi.
c. Mahasiswa dapat mengambil referensi dan menghasilkan
ide baru dalam melakukan penelitian selanjutnya terhadap gonad bulu babi.
2. Untuk
Masyarakat
a. Menjadi salah satu alternatif sumber
protein bagi kehidupan masyarakat
yang memanfaatkan gonad
bulu babi menjadi Kukure.
b. Menghasilkan produk paten yaitu Kukure gonad bulu babi yang
dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
c. Memberikan inspirasi baru bagi masyarakat dalam
menciptakan produk kreatif lainnya dalam bidang perikanan.
3. Untuk
Pemerintah
a. Komoditas bulu babi dapat dijadikan sebagai salah
satu hasil perikanan yang dapat diandalkan sebagai makanan khas laut Lampung.
b. Terpenuhinya kebutuhan pasar khususnya
komoditas gonad bulu babi baik pasar lokal, nasional, maupun
intenasional dan sebagai sumber devisa bagi pemerintah.
4. Untuk
Penelitian
a. Dapat meneliti dan
mengembangkan Kukure dalam resep dan format baru Kukure termasuk kemasannya
sehingga bernilai jual tinggi
b. Dapat melakukan
penelitian terhadap pemanfaatan gonad dari organisme ini yang dapat
diolah selain dalam bentuk Kukure
F. KEGUNAAN PROGRAM
Kegunaan program ini adalah :
a. Mahasiswa
selain menjadi mediator bagi masyarakat, juga dapat menjadi
motivator untuk masyarakat dengan cara memadukan ilmu pengetahuan
yang dimiliki dalam orientasinya ke pengolahan gonad bulu
babi menjadi Kukure.
b. Masyarakat
dalam mengembangkan jiwa kreativitas dengan tujuan meningkatkan taraf ekonomi,
baik dalam skala rumah tangga maupun untuk masyarakat secara umum.
c. Pemerintah
dapat memberdayakan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pembudidayaan
bulu babi agar pemanfaatan bulu babi sebagai salah satu sumber pangan dan
sektor budidayanya dapat berlangsung secara berkelanjutan
tanpa merusak kelestariannya
1. Analisa Pra-Program
Pada tahap pertama, konsep rencana kegiatan pelatihan akan
dimatangkan termasuk materi, peserta, pengajar, perizinan dan
pembagian tugas selama pelatihan berlangsung
2. Survei Lapangan
Survei lapangan sebelum kegiatan pelatihan akan dilakukan untuk menambah
informasi dan referensi pembuatan materi pelatihan dan sumber bahan baku dalam
pembuatan kukure yang berasal dari gonad bulu babi Diadema setosum Sehingga
materi dan bahan yang diberikan dapat disesuaikan dan tersedia sesuai kebutuhan
jadwal kegiatan baik secara kuantitas maupun kualitas yang dibutuhkan
selama pelatihan berlangsung
3. Administrasi Perizinan
Pada tahap ini, kepastian jadwal kegiatan disesuaikan dengan kepala Desa Ulu Krui Kecamatan Way Krui Kabupaten Pesisir Barat Lampung. Perizinan dan kesediaan bekerjasama
(mitra) di pihak Kepala Desa Ulu Krui sudah ada dan dapat dilihat
pada (Lampiran 2).
4. Perekrutan Peserta
Perekrutan paras peserta akan dilakukan bekerjasama dengan pihak
Kepala DesaUlu Krui. Adapun jumlah peserta yang mengikuti
kegiatan ini sekitar 20 orang.
5. Pembuatan Materi
Materi yang dibuat pada tahap ini merupakan panduan bagi para peserta.
Materi pelatihan mencakup: Pengenalan bulu babi D. Setodum,
pengambilan bulu babi dari laut dan penanganannya, prosedur
pengolahan kukure sampai menghasilkan berbagai macam masakan (tumis, goreng,
rebus langsung, kukus, bakar).
6. Persiapan
Alat dan Bahan
Persiapan alat meliputi sarana yaitu tempat pelatihan dan
sampan. Alat meliputi tombak panah, ember, kamera, perahu, peralatan
masak. Bahan Bulu babi jenisDiadema setosum. Alat
dan bahan ini merupakan penunjang terlaksananya program.
7. Pembukaan Orientasi
Pembukaan merupakan muatan program yang paling
penting dalam acara, yaitu memberikan orientasi dan motivasi kepada para
peserta tentang pentingnya pemanfaatan Bulu babi jenis Diadema setosum ini
Sebagai sumber pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. Pada tahap
ini dilakukan juga pendataan kembali peserta yang akan mengikuti
program pembuatan Kukure ini.
8. Pelatihan
Pelatihan dan bimbingan dilakukan dalam 2 (dua) kali
pertemuan selama PKMP berlangsung. Hari pertama
dialokasikan untuk pelatihan, sedangkan hari kedua untuk bimbingan pembuatan
kukure.
9. Evaluasi
Pada tahap evaluasi, semua peserta akan diberikan umpan balik tentang
program yang telah dilaksanakan melalui pertanyaan yang telah disusun dalam
bentuk kuisioner. Hal ini akan menjadi pertimbangan bagi
kontinuitas program di masa masa mendatang. Keberhasilan program ini
dapat ditinjau dari dua aspek, yaitu aspek proses dan hasil yang
dicapai. Aspek proses, yang dievaluasi adalah tingkat
pengetahuan dan keterlibatan para peserta dan masyarakat dalam
mengonsumsi kukure. Aspek hasil, yang dievaluasi adalah pengolahan
dari kukure berdampak bagi penambahan protein hewani dari
laut. Selain itu, setelah pelatihan semua peserta
akan diberikan sertifikat dan penghargaan kepada
peserta terbaik.
10. Pelaporan dan Publikasi dari Jurnal Terakreditasi
Dalam rangka untuk menyebarkan informasi pemanfaatan goand bulu
babi menjadi kukure sebagai sumber pemenuhan protein dan makanan alternatif
pemenuhan gizi, semua aspek pelatihan ini akan disusun dalam laporan dan
kemudian publikasi di jurnal terakreditasi. Laporan kegiatan ini dalam 2 (dua)
bentuk yaitu laporan kemajuan (memuat kemajuan kegiatan pembuatan kukure yang
tengah berlangsung) dan Laporan akhir (memuat
semua kegiatan / proses yang
sudah berlangsung). Publikasi di Jurnal Terakreditasi merupakan
salah satu upaya untuk memancing perhatian dan sekaligus untuk menjadi sumber
informasi bagi para peneliti baik dalam lingkup UNHALU
maupun dari institusi akademik lainnya untuk memanfaatkan temuan
ilmiah dari kegiatan PKMP ini.
11. Pengusulan
PATEN dari Kukure
Pengusulan dalam rangka untuk mendapatkan Paten dari kegiatan pembuatan
kukure bulu babi merupakan target utama dari pelatihan PKMP ini.
Kegiatan yang mengarahkan pada upaya optimalisasi setiap kegiatan yang
berpeluang paten khususnya komposisi dan metode pembuatan Kukure yang khas Lampung.
I. JADWAL
KEGIATAN
Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 3 bulan, yang tercantum dalam
Tabel 1 berikut:
Tabel 1. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Program
|
No
|
Jenis Kegiatan
|
Bulan ke
|
|||||||||||
|
I
|
II
|
III
|
|||||||||||
|
1.
|
Analisa Pra Program
dan Survei Lapangan
|
||||||||||||
|
2.
|
Administrasi Perizinan
|
||||||||||||
|
3.
|
Pengadaan alat dan bahan
|
||||||||||||
|
4.
|
Perekrutan Peserta
|
||||||||||||
|
5.
|
Pembuatan Materi
|
||||||||||||
|
6.
|
Pembukaan dan Orientasi
|
||||||||||||
|
7.
|
Pelatihan
|
||||||||||||
|
8.
|
Evaluasi Hasil Kegiatan
|
||||||||||||
|
9.
|
Pelaporan dan Publikasi dari Jurnal Terakreditasi
|
||||||||||||
|
10.
|
Pembuatan Dokumen Pengusulan Paten Kukure
Bulu babi
|
||||||||||||
J. RANCANGAN
BIAYA
A. Biaya
ATK
|
No.
|
Uraian
Kegiatan
|
Volumen/
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah
(Rp)
|
|
A.
|
|||
|
1.
|
Kertas
Kwarto
|
3
Rim @ 30.000
|
90.000,-
|
|
2.
|
Tinta
Printer
|
3
paket @ 30.000
|
90.000,-
|
|
3.
|
Alat
tulis menulis
|
1
Paket @ 70.000
|
70.000,-
|
|
4.
|
Rental
computer
|
1
Paket @ 250.000
|
250.000,-
|
|
5.
|
Foto
kopi dan jilid
|
1
Paket @ 250.000
|
250.000,-
|
|
6.
|
Leaflet
tentang Bulu babi
|
100
Buah @ 3.000
|
300.000,-
|
|
Jumlah
|
1.050.000
|
||
B. Bahan/Alat/Habis
Pakai
|
No.
|
Uraian
Kegiatan
|
Volumen/
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah
(Rp)
|
|
A.
|
Biaya
Tetap
|
||
|
1.
|
Recorder
|
1 buah @
200.000
|
200.000
|
|
2.
|
Tombak
Panah
|
5
buah @ 20.000
|
100.000
|
|
3.
|
Ember
|
4 buah.
@ 25.000
|
100.000
|
|
4.
|
Kompor
|
2
buah @ 100.000
|
200.000
|
|
5.
|
Bumbu
masak
|
1
paket @ 200.000
|
100.000
|
|
Jumlah
|
700.000
|
||
|
C.
|
Biaya
Tidak Tetap
|
||
|
1.
|
Sewa
Rumah Jaga
|
1
Unit @ 100.000
|
100.000,-
|
|
2.
|
Sewa
Perahu
|
1
Unit @ 100.000
|
100.000,-
|
|
3.
|
Pembuatan
papan PKM
Diskusi
internal/pemantapan
|
1
Unit @ 200.000
|
200.000,-
|
|
4.
|
Teknis
|
1
Program @ 200.000
|
200.000,-
|
|
5.
|
Pembuatan
Angket/quisioner
|
1
Paket @ 100.000
|
100.000,-
|
|
6.
|
Konsumsi
penyuluhan
|
1
paket @ 1.000.000
|
1.000.000,-
|
|
Jumlah
|
1.700.000,-
|
||
D. Transportasi
|
No.
|
Uraian
Kegiatan
|
Volumen/
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah
(Rp)
|
|
1.
|
Transpor
alat dan bahan
|
1
paket @ 500.000
|
500.000,-
|
|
2.
|
Biaya
perjalanan
|
1
paket @ 550.000
|
550.000,-
|
|
Jumlah
|
1.050.000,-
|
||
E. Dokumentasi
|
No.
|
Uraian
Kegiatan
|
Volumen/
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah
(Rp)
|
|
1.
|
Dokumentasi/iklan
|
1
paket @ 500.000
|
500.000,-
|
|
Jumlah
|
500.000,-
|
||
F. Pelaporan
|
No.
|
Uraian
Kegiatan
|
Volumen/
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah
(Rp)
|
|
Laporan
perkembangan
|
|||
|
1.
|
Kemajuan
|
1
paket @ 500.000
|
500.000,-
|
|
2.
|
Laporan
akhir
|
1
paket @ 500,000
|
500,000,-
|
|
Jumlah
|
1.000.000
|
||
F.
Sub Total
A
+ B + C + D +E +F = Rp. 1.050.000+
Rp. 700.000+ Rp. 1.700.000,-+Rp 1.050.000 + Rp. 500.000,-+
Rp.
1.000.000
= Rp. 6.000.000 (Enam
Juta Rupiah)
DAFTAR
PUSTAKA
Aslan,
L.M. 2005. Bulu babi, Manfaat dan pembudidayaanya. UNHALU Press.
Kendari. 112 hal.
Arakaki,
Y., dan Kusen, J.D., 2000. The Echinoderm Fauna (Asteroidea, Echinoidea,
andHolothuroidea) of Indonesia Shallow waters. Meio univ. Rep. 5: 1-20.
Chasanah,
E. Dan Andamari. 1998. Komposisi Kimia Mikrofil Asam Lemak dan Asam Amino Gonad
Bulu babi T. Gratilla dan Salmacis sp. dan Potensi
Pengembangannya. Prossiding Seminar Kelautan. Balitbang Sumberdaya Laut.
Puslitbang Oseanologi. LIPI Ambon.
Kato,
S.and S.C. Schrocter. 1985. Byologi of red sea urchin, Strongylocentrotus
franciscanus and its fishery in California. Mar. Fish. Rev. 47 (3):
1-20.
Lee,
Y.Z and N.F. Haard. 1982. Evaluation of the green sea urchin gonad as a food
source. Can. Inst. Of Food Sci. Tech. J.. 15 (3): 233-235.
Saparinto,
C. 2003. Bintang laut Bulu babi Dapat Tekan Kolesterol. Harian Suara
Merdeka. Semarang. Sabtu 1 Maret 2003. Hal. 8.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar